Saturday, February 9, 2013

Jogjakarta @ Yogyakarta (2)



24 Januari 2013
.
7 am bersarapan. Di sini subuh masuk awal. Pukul 5++ am dah terang. (Lewat sejam dari waktu Malaysia)
8 am Pak Solis tiba. Destinasi pertama adalah Kraton, merupakan istana lama, tetapi tidak dapat masuk memandangkan acara perarakan sedang dijalankan.












.
Taman Sari

 Dikenakan bayaran Rp 2,000 ke Rp3,000 seorang, kalau tak silap.



Istana Air Taman Air (Sumber : internet)





Ada beberapa elemen yang mempengaruhi arsitektur bangunan kompleks Taman Sari ini, 

diantaranya pengaruh dari Hindu dan Budha, Jawa dan Islam, Cina, Portugis dan gaya Eropa,

dapat terlihat dibeberapa bagian bangunan ini.



Taman Sari Yogyakarta mempunyai dua pintu gerbang utama, yaitu Gapuro Agung (yang 

berada dibagian Barat) dan Gapuro Panggung (yang berada dibagian Timur, yang saat 

ini(tahun 2007) digunakan sebagai pintu masuk utama ke lokasi kompleks Taman Sari ini).



Bentuk pintu gerbang atau ‘Gapuro’nya sangatlah indah yang merupakan

gaya asli Jawa, pada detail dari Gapuro ini merupakan motif asli Jawa

seperti stilasi dari sulur-sulur tanaman, burung, ekor dan sayap burung garuda.





 
 
 
 
 
 
 
 
  
Pada bagian dalam taman ini selain terdapat transportasi air terdapat juga jalan bawah
 tanah atau terowongan dari Kraton Yogyakarta yang menuju salah satu bangunan di taman
yang disebut Pasarean Ledoksari, yakni tempat peraduan dan tempat peribadi Sultan. Juga
terdapat Sumur Gumuling, yaitu bangunan bertingkat dua dengan lantai bagian bawahnya
 terletak di bawah tanah.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
Lakaran batik yang diilhamkan di dinding bangunan 

Di masa lampau, bangunan ini merupakan semacam surau tempat Sultan melakukan Sholat
yang dapat dicapai melalui salah satu lorong bawah tanah yang ada di kompleks taman.
Selain itu, masih banyak terdapat lorong bawah tanah, yang dulunya dipakai sebagai 
jalan penyelamatan bilamana sewaktu-waktu kompleks ini mendapat serangan musuh.


Danial di dalam salah sebuah bilik dengan katil batu beralaskan simen


Di salah satu bagian ada bagian yang disebut Pulau Kenanga karena di halaman depan 
gedung tumbuh pohon Kenanga (Canangium Odoratum). Bunga Kenanga menyebarkan bau yang
harum ke seluruh bagian taman.
 
Gerbang besar dengan penuh ornamen Jawa ini masing-masing memiliki makna simbol. Di
luar gerbang diberikan tanaman hijau. Taman Sari Benteng Air ini merupakan perpaduan
dari kolam pemandian, kanal, dan jika kanal dibuka terdapat kolam besar, serta adanya
terowongan dan ruang meditasi. Kamar suci terpisah dari bangunan lain di sekitar 
komplek, dan digunakan sebagai ruang meditasi untuk Sultan Yogyakarta dan keluarga 
 
 
 Shasha turut tidak melepaskan peluang bergambar berlatarbelakangkan tempat bersiram
 
 
kerajaan.
 
Cahaya yang digunakan pun memberikan kesan tenang. Fasilitas lain yang ada di Taman 
Sari ini terdapat pada dua kolam pemandian besar, kolam bagian dalam digunakan oleh 
Sultan sedangkan kolam renang luar digunakan untuk perempuan. Desain interior di 
kolam renang di lengkapi dengan air mancur yang ditempatkan di tengah kolam. SElain 
itu ditambahkan pula pot di tengah kolam dekat air mancur, untuk memperkuat desain 
interior Taman Sari ini.
 
Pencahayaan untuk kolam berasal dari matahari pada siang harinya dan cahaya bulan di 
malam hari. Selain itu terdapat pulau Cemeti, sebuah pulau buatan dengan bangunan 
tinggi yang digunakan untuk tempat beristirahat. Dari tempat yang tinggi dari 
bangunan ini dapat dilihat ke bawah sebuah bunga teratai di tengah kolam.
 
Gemuling bangunan yang membentuk lingkaran digunakan sebagai tempat doa. Ini 
merupakan sebuah terowongan bawah tanah dan penerangannya digunakan sebuah lampu tua,
dan tempat ini menghubungkan Taman Sari Benteng Air untuk Sultan Kraton Yogyakarta 
sebagai tempat persembunyian bagi keluarga kerajaan dari serangan musuh.
 
Taman Sari Benteng Air dibangun dengan bahan dari batu dan bata. Bahan ini dapat 
memberikan kesan kuat kekuasaan kerajaan. Tangga batu di terowongan masing-masing 
bertemu di satu titik, sehingga dapat menikmati kolam yang tenang dari tempat yang 
lebih tinggi. Kolam renang terbuka tanpa menggunakan atap dapat melihat keindahan 
langit secara langsung.






bersambung.....







No comments:

Post a Comment